Standar Kompetensi Guru TK dan RA

Standar Kompetensi Guru

Taman Kanak-kanak dan Raudhatul Athfal

 

Berdasarkan regulasi yang dikeluarkan pemerintah, Setiap kata yang tercantum pada kalimat “Standar Kompetensi Guru TK/RA” memiliki pengertian khusus. Kata “Guru” menurut UU No. 14 Tahun 2004 tentang Guru dan Dosen Pasal 1 Ayat 1 menjelaskan bahwa Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Adapun TK/RA adalah satuan pendidikan yang memiliki arti tersendiri. Menurut PP No. 74 Tahun 2008 bahwa Taman Kanak-kanak yang selanjutnya disingkat TK adalah salah satu bentuk satuan Pendidikan Anak Usia Dini pada jalur pendidikan formal yang menyelenggarakan program pendidikan bagi anak berusia 4 (empat) tahun sampai dengan 6 (enam) tahun. Sedangkan Raudhatul Athfal yang selanjutnya disingkat RA dan Bustanul Athfal yang selanjutnya disebut BA adalah salah satu bentuk satuan Pendidikan Anak Usia Dini pada jalur pendidikan formal yang menyelenggarakan program pendidikan dengan kekhasan agama Islam bagi anak berusia 4 (empat) tahun sampai dengan 6 (enam) tahun.

Pembeda utama antara TK dan RA adalah pembinanya. TK berada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sedangkan RA berada di bawah binaan Kementerian Agama.

Adapun Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. (UU Guru dan Dosen No. 14 Tahun 2005 Ayat 1 Pasal 10)

Standar nasional pendidikan adalah kriteria mimimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. (PP No. 19 Tahun 2005 pasal 1 ayat 1)

Standar pendidik dan tenaga kependidikan. adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental serta pendidikan dalam jabatan. (PP No. 19 Tahun 2005 pasal 1 ayat 7)

Dari kutipan regulasi di atas, Standar Kompetensi Guru TK/ RA adalah Kriteria minimal pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh Guru di satuan pendidikan yang menyelenggarakan program pendidikan bagi anak berusia 4 (empat_ tahun sampai dengan 6 (tahun)

Di dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 16 Tahun 2007, Standar Kompetensi Guru PAUD/TK terdiri dari 4 Kompetensi Utama, 24 Kompetensi Inti, dan 74 Kompetensi. Adapun rincianya

 

A. Kompetensi Pedagogik

1. Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional, dan intelektual.

1.1. Memahami karakteristik peserta didik usia TK/PAUD yang berkaitan dengan aspek fisik, intelektual, sosial-emosional, moral, dan latar belakang sosial-budaya.
1.2. Mengidentifikasi potensipeserta didik usia TK/PAUD dalam berbagai bidang pengembangan.
1.3. Mengidentifikasi kemampuan awal peserta didik usia
1.4. Mengidentifikasi kesulitan peserta didik usia TK/PAUD dalam berbagai bidang Pengembangan.

 

2. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik.

2.1. Memahami berbagai teori belajar dan prinsip-prinsip bermain sambil belajar yang mendidik yang terkait dengan berbagai bidang pengembangan di TK/PAUD.
2.2. Menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode,dan teknik bermain sambil belajar yang bersifat holistik, otentik, dan bemakna, yang terkait dengan berbagai bidang pengembangan di TK/PAUD.

3. Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan bidang pengembangan yang diampu.

3.1. Memahami prinsip-prinsi pengembangan kurikulum.
3.2. Menentukan tujuan kegiatan pengembangan yang mendidik.
3.3. Menentukan kegiatan bermain sambil belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan pengembangan.
3.4. Memilih materi kegiatan pengembangan yang mendidik yaitu kegiatan bermain sambil belajar sesuai dengan tujuan pengembangan
3.5. Menyusun perencanaan semester, mingguan dan harian dalam berbagai kegiatan pengembangan di TK/PAUD.
3.6. Mengembangkan indikator dan instrumen penilaian.

 

4. Menyelenggarakan kegiatan pengembangan yang mendidik

4.1. Memahami prinsip-prinsip perancangan kegiatan pengembangan yang mendidik dan menyenangkan.
4.2. Mengembangkan komponen-komponen rancangan kegiatan pengembangan yang mendidik dan menyenangkan.
4.3. Menyusun rancangan kegiatan pengembangan yang mendidik yang lengkap, baik untuk kegiatan di dalam kelas, maupun di luar kelas.
4.4. Menerapkan kegiatan bermain yang bersifat holistik, otentik, dan bermakna.
4.5. Menciptakan suasana bermain yang menyenangkan, inklusif, dan demokratis.
4.6. Memanfaatkan media dan sumber belajar yang sesuai dengan pendekatan bermain sambil belajar.
4.7. Menerapkan tahapan bermain anak dalam kegiatan pengembangan di TK/PAUD.
4.8. Mengambil keputusan transaksional dalam kegiatan pengembangan di TK/PAUD sesuai dengan situasi yang berkembang.
 

5. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan penyelenggaraan kegiatan pengembangan yang mendidik.

5.1. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kualitas kegiatan pengembangan yang mendidik.

 

6. Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki.

6.1. Menyediakan berbagai kegiatan bermain sambil belajar untuk mendorong peserta didik mengembangkan potensinya secara optimal termasuk kreativitasnya.

 

7. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik.

7.1. Memahami berbagai strategi berkomunikasi yang efektif, empatik dan santun, baik secara lisan maupun tulisan.
7.2. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik dengan bahasa yang khas dalam interaksi pembelajaran yang terbangun secara siklikal dari (a) penyiapan kondisi psikologis peserta didik, (b) memberikan pertanyaan atau tugas sebagai undangan kepada peserta didik untuk merespons, (c) respons peserta didik, (d) reaksi guru terhadap respons peserta didik, dan seterusnya.

 

8. Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar

8.1. Memahami prinsip-prinsip penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.
8.2. Menentukan aspek-aspek proses dan hasil belajar yang penting untuk dinilai dan dievaluasi.
8.3. Menentukan prosedur penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.
8.4. Mengembangkan instrumen penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.
8.5. Mengadministrasikan penilaian proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan menggunakan berbagai instrumen.
8.6. Menganalisis hasil penilaian proses dan hasil belajar untuk berbagai tujuan.
8.7. Melakukan evaluasi prosesdan hasil belajar.

 

9. Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran.

9.1. Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk menentukan ketuntasan belajar.
9.2. Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk merancang program remedial dan pengayaan.
9.3. Mengkomunikasikan hasil penilaian dan evaluasi kepada pemangku kepentingan.
9.4. Memanfaatkan informasi hasil penilaian dan evaluasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

 

10. Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Kompetensi Kepribadian

10.1. Melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan.
10.2. Memanfaatkan hasil reflek siuntuk perbaikan dan pengembangan kualitas pembelajaran.
10.3. Melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

 

Selanjutnya

765

Yunandra

Yunandra adalah Pengawas Madrasah/Konsultan/Praktisi Pendidikan Islam yang ingin berbagi dan memberi untuk hidup lebih baik. Kata yunandra merupakan dua nama digabung dengan kata “and”. Harapannya segala kebaikan yang dilakukan menjadi Amal Jariah berdua.