Apa Landasan Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning pada Paparan Puskurjar?
yunandra. Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (Puskurjar) Kemendikdasmen menjelaskan tentang landasan pembelajaran mendalam atau Deep Learning di paparannya.
Paparan tersebut merupakan naskah akademik tentang pembelajaran mendalam sebagai transformasi pembelajaran menuju pendidikan bermutu untuk semua.
Pembelajaran Mendalam atau Deep learning memiliki pengertian sebagai pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful) melalui olah pikir (intelektual), olah hati (etika), olah rasa (estetika), dan olah raga (kinestetik) secara holistik dan terpadu.
Baca: Pengertian Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) di Paparan Puskurjar
Landasan Pembelajaran Mendalam atau Deep Learning
Puskurjar Kemendikdasmen menyebutkan 4 landasan pembelajaran mendalam atau Deep Learning di paparannya.
1. Landasan Filosofis
Landasan pertama adalah landasan filosofis.
Paparan Puskurjar menyebutkan filosofis kedua tokoh pendidikan di Indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara dan KH. Ahmad Dahlan.
Filosofi K.H. Ahmad Dahlan tentang pendidikan terdiri dari 7 yaitu
- 1. Pendidikan berlandaskan tujuan hidup.
- 2. Tidak sombong, gigih belajar, dan tuntas berkarya.
- 3. Optimalkan akal untuk kebenaran sejati.
- 4. Berani menegakkan kebenaran.
- 5. Berbuat untuk kemanusiaan (tidak memperalat).
- 6. Mengamalkan ilmu agama dengan kualitas tinggi.
- 7. Pendidikan sebagai alat perubahan sosial menuju masyarakat berkemajuan.
Sedangkan filosofi Ki Hadjar Dewantoro tentang pendidikan yaitu
- 1. Pembelajaran memerdekakan (tanpa pembiaran).
- 2. Pusat pada peserta didik, mengakui otoritas guru.
- 3. Sistem among dan Trikon (kontinuitas, konvergensi, dan konsentrisitas).
- 4. Prinsip Asah, Asih, Asuh.
- 5. Pendidikan: pranata sosial, pelestari kebudayaan, membangkitkan kegembiraan (konsep “Taman”).
2. Landasan Teoritis
Landasan kedua adalah landasan teoritis terkait perkembangan teori pembelajaran, konsep Pembelajaran Mendalam, dan kerangka pengetahuan.
Menurut paparan Puskurjar, Perkembangan teori pembelajaran terdiri dari 3 fase
- 1970an : Teori pembelajaran mendalam dan pembelajaran dangkal (Marton & Säljö, 1976)
- 1990-2000an : Konstruktivisme, Project-based Learning, keterampilan abad ke-21.
- 2010 sd Sekarang: Integrasi teknologi, isu global, literasi digital
Adapun konsep pembelajaran mendalam yaitu
- Membangun keterkaitan antara pengetahuan konseptual dan prosedural.
- Mengaplikasikan pengetahuan pada konteks baru.
- Dukungan Experiential Learning (Kolb, 1984).●
- Pendekatan berbasis pengalaman: refleksi, konseptualisasi, eksperimen.
Sedangkan Kerangka Pengetahuan pada landasan teoritis pembelajaran mendalam yaitu
- Foundational Knowledge: Dasar ilmu dan fakta.
- Meta Knowledge: Hubungan, pola, dan analisis.
- Humanistic Knowledge: Nilai kemanusiaan dan makna mendalam. (Heick, 2020)
3. Landasan Sosiologis
Landasan ketiga Deep Learning adalah landasan sosiologis terkait hakikat pendidikan dan peran pembelajaran mendalam.
Hakikat Pendidikan sebagai landasan pembelajaran mendalam yaitu
- Pendidikan bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagaimana amanat alinea ke-4 Pembukaan UUD 1945.
- Membangun bangsa yang majemuk menjadi maju dan berjati diri melalui perilaku berbasis nilai Pancasila dan Ipteks.
- Pendidikan holistik mencakup budaya, sistem, dan lingkungan untuk menciptakan kehidupan kebangsaan yang cerdas.
Peran Pembelajaran Mendalam yaitu
- Fondasi sistem pendidikan nasional untuk mengembangkan intelektual, moral, dan kinerja peserta didik.
- Memadukan kesadaran spiritual, sosial, kontekstual, dan kegembiraan lahir batin.
- Mendukung kualitas pembelajaran berbasis kultur masyarakat yang sesuai visi pendidikan nasional (Dewantara, 1967).
4. Landasan Yuridis dan Empiris
Adapun landasan keempat dan kelima yaitu landasan yuridis dan empiris
Landasan Yuridis yaitu
- Pasal 31 UUD 1945: Hak setiap warga negara untuk pendidikan berkualitas.
- UU No. 20 Tahun 2003: Pengembangan potensi manusia beriman, berakhlak, dan berkompetensi.
- UU No. 8 Tahun 2016: Pendidikan inklusif untuk penyandang disabilitas.
- UU No. 6 Tahun 2023: Kemitraan vokasi dan teknologi untuk pembelajaran adaptif.
Landasan Empiris yaitu
- Perubahan Kurikulum: 11 kali sejak 1947, kini Kurikulum Merdeka (2022).
- Kompetensi Masa Depan: Fokus pada kreativitas, kolaborasi, dan penguasaan teknologi.
- Pembelajaran Bermakna: Berdasarkan pendekatan global, menekankan pembelajaran interaktif dan inspiratif.
Konsep Pembelajaran Mendalam Lainnya
Sumber: Paparan Pembelajaran Mendalam Puskurjar 2025
Kurikulum Nasional
- Apakah Deep Learning akan menjadi Kurikulum Baru?
- 5 Komponen Utama Kurikulum Cinta (Kunta) Menurut Suyitno
- Bagaimana Cara Madrasah Menanamkan Kebiasaan Tidur Cepat
- 6 Peran Madrasah Menanamkan Kebiasaan Bermasyarakat
- 6 Program Madrasah Menanamkan Kebiasaan Gemar Membaca
- 5 Peran Madrasah Menanamkan Kebiasaan Makan Sehat dan Bergizi
Artikel Terbaru
- 3 Tahapan Penyiapan Calon Kepala Sekolah Di Peraturan 2025 Penugasan Guru
- Merancang Masa Depan Anak di MAQ Al Ihsan Kebagusan.
- Merancang Anggaran Sekolah pada Manajemen Penganggaran
- Pentingnya Kompetensi bagi Alumni MA Manaratul Islam
- Buku Madrasah Minimalis, Strategi Baru Mengembangkan Sekolah Unggul Berbasis Islam
- Memupuk Toleransi dalam Keragaman Budaya di Acara P5 MA Pembangunan
Ingin Meningkatkan Kompetensi Secara Mandiri, Silahkan belajar di madrasahyunandra.com |
Buka |
Eksplorasi konten lain dari Yunandra
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.