Bantuan Kelompok Kerja sebuah Stimulus

Bantuan Kelompok Kerja menjadi program kemenag. Sebagai bentuk dukungan tercapainya 2 tujuan, yaitu mengaktifkan kegiatan kelompok kerja guru, kepala madrasah, dan pengawas madrasah, juga sarana berbagi.

Baca: Pemberdayaan Peran MGMP dan MGBK

Kedua tujuan tersebut merupakan bagian dari program pengembangan keprofesian guru madrasah dan tenaga kependidikan melalui kelompok kerja.

Pada acara sosialisasi episode 2, Kepala Kasubdit juga koordinator Komponen 3, Ainur Rofiq menjelaskan bahwa kelompok kerja terdiri dari dua yaitu kelompok kerja guru dan kelompok kerja Tenaga Kependidikan.

Ada beberapa istilah kelompok kerja guru dan tenaga kependidikan sebagai berikut

  • KKG atau Kelompok Kerja Guru. Istilah ini untuk guru2 di tingkat Raudhatul Athfal (RA) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI)
  • MGMP atau Musyawarah Guru Mata pelajaran untuk kelompok kerja Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA)
  • KKM atau Kelompok Kerja Madrasah adalah forum kepala-kepala Madrasah
  • Pokjawas atau kelompok Kerja Pengawas adalah forum pengawas Madrasah dan madrasah Pendidikan Agama.

Baca: Juknis Penyelenggaraan KKG dan MGMP/MGBK

Pada acara Sosialisasi Bantuan ini, ada beberapa kata kunci yang perlu diperhatikan.

Berikut beberapa kata kunci.

1. Stimulus

Bantuan untuk KKG, MGMP/MGBK, KKM dan Pokjawas merupakan stimulus agar kegiatan dikelompokkan kerja bisa lebih aktif.

Karena fungsinya sebagai pemicu, maka diharapkan setelah bantuan tidak ada, kegiatan di kelompok kerja tetap berjalan.

2. Pola in on on

Pola in-on- in Menjadi pola yang ideal dalam pengembangan keprofesian berkelanjutan. Karena bukan hanya mempelajari teori atau materi di Kegiatan In. Tapi diharapkan dapat dipraktekkan di Madrasah dengan kegiatan On.

Setelah kegiatan on dilanjutkan dengan kegiatan in-2 untuk merefleksikan kegiatan on, termasuk sarana penyempurnaan.

Bantuan Kelompok Kerja ini disiapkan untuk mendukung kegiatan in-on-in.

Menurut Juknis, Ada 5 kegiatan guru yang didukung bantuan dengan rincian 3 kegiatan In dan 2 kegiatan On.

Sedangkan KKM dan Pokjawas memiliki 7 kegiatan yang didukung oleh bantuan dengan rincian 5 Kegiatan In dan 2 Kegiatan On.

3. Orientasi Siswa

Tujuan akhir dari program pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) adalah memberi dampak terhadap prestasi siswa.

Program PKB bukan terbatas pada peningkatan kompetensi guru, Kepala Madrasah, dan pengawas Madrasah saja. Lebih dari itu, diharapkan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran.

Maka Bantuan ini diharapkan berdampak terhadap siswa melalui peningkatan kompetensi.

4. Aktivasi Kelompok Kerja

Kelompok kerja merupakan sarana pengembangan profesi, baik guru, kepala madrasah, maupun pengawas Madrasah.

selama ini sudah banyak kelompok kerja berjalan dengan aktif. Tapi banyak juga Kelompok Kerja yang belum aktif.

Melalui bantuan ini diharapkan kelompok kerja yang belum aktif bisa aktif. Dan bagi yang sudah aktif semakin aktif dan terukur.

5. Berkelanjutan

Nama program ini adalah program pengembangan keprofesian berkelanjutan. Artinya program tersebut teratur dan tidak pernah berhenti.

Maka Koordinator Komponen 3, Ainur Rofiq, selalu menekankan bahwa jangan melupakan huruf “B” di PKB. Artinya Guru dan tenaga kependidikan diharapkan melakukan pengembang profesi tanpa henti dan terus menerus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *