KOSPKurikulum Merdeka

Pengorganisasian Pembelajaran Kurikulum Merdeka

Pengorganisasian Pembelajaran Kurikulum Merdeka merupakan salah satu komponen dari pengembangan kurikulum operasional satuan pendidikan.

Menurut panduan pengembangan kurikulum satuan pendidikan, terdapat 4 komponen KOS yaitu pertama karakteristik suatu pendidikan. Kedua visi, misi, dan tujuan. Ketiga Pengorganisasian pembelajaran, dan Perencanaan pembelajaran. Ada tambahan tentang pendampingan, evaluasi, dan pengembangan profesi.



A. 4 Model Pendekatan dalam pengorganisasian pembelajaran kurikulum merdeka

Terdapat empat (4) pendekatan yang dapat digunakan oleh satuan pendidikan dalam mengorganisasikan muatan pembelajaran yang perlu disesuaikan dengan kondisi dan tujuan masing-masing satuan pendidikan.

Pengorganisasian pembelajaran kurikulum merdeka dengan 4 pendekatan pembelajaran yaitu

  1. Mata pelajaran
    • Setiap pembelajaran dilakukan terpisah antara satu mapel dan mapel lainnya.
    • Tatap muka dilakukan secara reguler setiap minggu, dengan jumlah jam tatap muka sesuai dengan yang ditetapkan oleh masing-masing satuan pendidikan berdasarkan ketentuan minimal dari pemerintah.
  2. Tematik
    • Pembelajaran disusun berdasarkan tema yang menaungi kompetensi-kompetensi dari berbagai mata pelajaran.
    • Pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema.
    • SD/MI dapat mengorganisasikan muatan pembelajaran menggunakan pendekatan mata pelajaran atau tematik.
  3. Pendekatan secara Terintegrasi
    • Konsep-konsep dan keterampilan tertentu dari mata pelajaran diajarkan secara kolaboratif (team teaching).
    • Pendidik berkolaborasi untuk merencanakan dan melaksanakan asesmen dan pembelajaran secara terpadu.
    • Sebagai contoh mengajarkan muatan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA )atau Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) secara terintegrasi.
  4. Pendekatan secara bergantian dalam blok waktu terpisah
    • Pembelajaran dikelola dalam bentuk blok-blok waktu dengan berbagai macam pengelompokkan.
    • Sebagai contoh, mata pelajaran IPS, Bahasa Indonesia dan IPAS akan diajarkan dari jam 07.00- 12.00 dalam semester 1.
    • Contoh lain, mengajarkan muatan Ilmu Pengetahuan Alam atau Ilmu Pengetahuan Sosial secara bergantian dalam blok waktu yang terpisah.

B. Pendekatan Mata Pelajaran pada kurikulum merdeka

Pengorganisasian pembelajaran melalui pendekatan mata pelajaran termasuk mayoritas digunakan oleh sekolah atau madrasah. Terutama untuk tingkat SMP/MTs dan SMA/MA, pembelajaran berbasis mata pelajaran berdampak pada penamaan kelompok guru menjadi Musyawarah Guru Mata’ Pelajaran (MGMP).

Menurut Buku panduan pengembangan kurikulum satuan pendidikan, ada dua hal yang dijelaskan terkait pengorganisasian pembelajaran dengan pendekatan mata pelajaran yaitu

1. Kelebihan Pendekatan Mata Pelajaran

Pengorganisasian pembelajaran dengan pendekatan mata pelajaran memiliki kelebihan yaitu memudahkan satuan pendidikan dalam pembuatan jadwal pembelajaran di satuan pendidikan.

Bagi Koordinator atau wakil kurikulum, pendekatan mata pelajaran memudahkan untuk mendistribusikan beban mengajar guru ke dalam jadwal pelajaran.

2. Hal yang Perlu Dipertimbangkan
Pendekatan Mata Pelajaran

Dalam pelaksanaan pengelolaan pembelajaran berdasarkan mata pelajaran, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Beban yang harus dihadapi peserta didik setiap minggu harus diperhitungkan sedemikian rupa sehingga peserta didik tidak terbebani dengan banyaknya beban mata pelajaran

  • Daya serap peserta didik terhadap mata pelajaran akan sangat berpengaruh jika macam mata pelajaran yang diberikan dalam satu waktu tertentu terlampau banyak. Ada kecenderungan konten suatu mapel belum terserap, sudah harus ganti mata pelajaran yang lainnya.
  • Perlunya koordinasi antar pendidik pengampu mata pelajaran.Pengaturan harus dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak memberikan tugas dalam waktu yang bersamaan

B. Pengorganisasian Pembelajaran Kurikulum Merdeka melalui Tematik

Pengorganisasian pembelajaran yang kedua adalah tematik.

1. Kelebihan Pendekatan Tematik

Kelebihan pendekatan pembelajaran tematik adalah:

  • Adanya tema sebagai payung besar yang menaungi kompetensi-kompetensi dari berbagai mata pelajaran.
  • Mengembangkan kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik.
  • Menyajikan kegiatan yang bersifat pragmatis.
  • Berpusat pada peserta didik, menghadirkan tema-tema yang relevan dan kontekstual, serta berkaitan dengan kehidupan riil peserta didik, memadukan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran, bersifat fleksibel, dan menghasilkan pembelajaran yang menyenangkan.

2. Hal yang Perlu Dipertimbangkan
Pendekatan Tematik

Pembelajaran dengan pendekatan tematik perlu memperhatikan hal berikut:

  • Penentuan tema tidak harus diawali dari pemetaan kompetensi- kompetensi dari berbagai mata pelajaran.
  • Satuan pendidikan memberikan keleluasaan kepada pendidik untuk menentukan tema yang relevan dan kontekstual.
  • Satuan pendidikan memberikan fleksibilitas bagi pendidik untuk menyatukan konsep dari berbagai mata pelajaran atau dikaitkan dengan kehidupan peserta didik.
  • Satuan pendidikan memfasilitasi pendidik untuk berkolaborasi dalam merancang pembelajaran.

B. Pembelajaran secara Terintegrasi

Pengorganisasian pembelajaran yang ketiga adalah pembelajaran secara integratif

1. Kelebihan Pendekatan Integratif

Pembelajaran secara integratif memiliki kelebihan sebagai berikut:

  • Peserta didik belajar suatu konsep secara komprehensif dan kontekstual karena keterampilan, pengetahuan dan sikap diintegrasikan untuk mencapai suatu penguasaan kompetensi tertentu.
  • Para pendidik terkondisikan untuk berkolaborasi secara intensif karena perlu memilih kompetensi/ konten yang selaras dengan pemahaman yang dituju.
  • Lebih efisien, karena pendidik bisa memilah konsep yang perlu dieksplorasi secara lebih mendalam dan konten yang memerlukan waktu lebih sedikit.

2. Hal yang Perlu Dipertimbangkan
Pendekatan Integratif

Dalam proses pembelajaran secara integratif perlu memperhatikan hal berikut:

  • Memberikan waktu yang cukup untuk merencanakan dan menyelaraskan di antara pendidik mata pelajaran yang mengajarkan tujuan pembelajaran yang berkaitan atau sama dengan unit atau konsep yang dipelajari .
  • Satuan pendidikan harus memberikan fleksibilitas bagi pendidik untuk mengelola penjadwalan mengikuti kebutuhan/fokus pemahaman yang bisa berbeda setia

B. Pembelajaran secara Blok Terpisah

Pengorganisasian pembelajaran yang keempat yaitu bergantian secara blok waktu terpisah.

1. Kelebihan Pendekatan Blok

Pembelajaran secara Blok waktu terpisah memiliki kelebihan sebagai berikut:

  • Memberikan waktu yang cukup bagi peserta didik untuk mempelajari materi secara mendalam.
  • Waktu pembelajaran menjadi lebih banyak dan hal tersebut memungkinkan peserta didik belajar hingga tuntas.
  • Dengan blok waktu yang lebih panjang, pendidik memiliki lebih banyak waktu untuk menyelesaikan rencana pelajaran dan untuk memeriksa dan mengevaluasi pembelajaran.
  • Dengan blok waktu yang lebih lama memungkinkan untuk studi yang mendalam, seperti mengerjakan proyek/penelitian individu/kelompok, kolaborasi antarpeserta didik dan pendidik.

2. Hal yang Perlu Dipertimbangkan
Pendekatan Blok Waktu Terpisah

Adapun pembelajaran dengan pendekatan blok perlu memperhatikan hal berikut:

  • Pengaturan jam mengajar pendidik harus diperhitungkan sedemikian rupa sehingga pendidik tetap memiliki beban kerja proporsional.
  • Ketersediaan sarana prasarana mengingat pendekatan blok membutuhkan pengaturan sarana dan prasarana yang ketat.
  • Perlu dirancang strategi tertentu
    agar materi yang diajarkan pada
    satu blok tertentu bisa tetap
    diingat.


Artikel Kurikulum Merdeka

Untuk dapatkan artikel terbaru,
Silahkan daftar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *