Dukungan Implementasi kurikulum Prototipe di Non Sekolah Penggerak

Dukungan implementasi kurikulum prototipe di non Sekolah Penggerak telah ditetapkan oleh Kemendikbudristek. Hal ini bisa menjadi alternatif bagi sekolah-sekolah yang ingin menerapkan kurikulum prototipe tapi tidak termasuk peserta program sekolah penggerak.

Pada acara Webinar tentang Kurikulum Prototipe, ada slide yang menjelaskan dukungan GTK Kemendikbudristek terhadap pelaksanaan kurikulum prototipe, baik Sekolah Penggerak maupun Non Sekolah Penggerak.

Dukungan GTK terhadap Sekolah non Program Sekolah Penggerak sebagai berikut:

Microlearning

Microlearning adalah strategi baru yang dianggap dapat membantu pelajar mencapai tujuan belajar dalam e-learning.

Microlearning terdiri dari dua kata (Micro/Mikro : ukuran kecil) dan (Learning : kegiatan belajar). Bisa diartikan sebagai kegiatan belajar dengan skala yang kecil. (Wikipedia)

Microlearning digunakan sebagai strategi dalam merancang konten belajar menjadi segmen – segmen kecil dan terfokus.

Konten yang dimaksud berupa learning object yang digunakan dalam e-learning. Contoh dari learning object tersebut seperti video singkat,  infografis,  gambar, artikel, bahkan kutipan.

Dengan Microlearning, konten belajar dengan durasi yang cukup panjang disajikan menjadi video singkat dengan durasi 1 – 3 menit, bahkan bisa dijadikan hanya satu infografis dalam satu lembar.


Baca: Efektivitas Microlearning dalam e-Learning


Implementasi kurikulum prototipe didukung dalam bentuk penyiapan microlearning diharapkan dapat membantu Sekolah yang non PSP.

GTK menyiapkan pelatihan asinkron kurikulum prototipe. Berupa modul-modul belajar mandiri yang tersedia secara daring yang dapat diakses oleh semua sekolah untuk memudahkan adopsi kurikulum Merdeka.


Baca: Karakteristik Kurikulum Prototipe


Berbagai bentuk Sumber belajar

GTK Kemendikbudristek menyiapkan berbagai bentu sumber belajar. Bisa dalam bentuk ebook, video, podcast dll., yang bisa diakses daring dan didistribusikan melalui media penyimpanan (flashdisk).

Hal tersebut sebagai bentuk dukungan implementasi kurikulum prototipe di sekolah non program sekolah penggerak.

Sumber belajar yang ada dapat digunakan oleh Sekolah yang ingin implementasi kurikulum prototipe

Narasumber kurikulum prototipe

Bentuk dukungan implementasi kurikulum prototipe di non Sekolah Penggerak adalah menyiapkan narasumber. Narasumber berasal dari Kepala Sekolah dan guru yang mengikuti program sekolah penggerak.

Program pengimbasan menjadi strategi penting. agar program sekolah penggerak memberikan dampak buat sekolah sekitar. Sesuai dengan istilah Penggerak. yaitu dapat bergerak dan menggerakkan yang lain.

Bentuk pengimbasan bisa dilakukan secara webinar atau luring, kemitraan dengan pemerintah daerah, atau bentuk kemitraan lainnya.

Pengembangan Komunitas Belajar

Implementasi kurikulum prototipe di non sekolah penggerak didukung dengan pengembangan komunitas belajar.

Adapun strategi pengembangan komunitas belajar dengan cara:

  • Lulusan Guru Penggerak membentuk komunitas belajar untuk saling berbagi praktik baik
    dalam adopsi kurikulum baru baik di dalam sekolahnya maupun di komunitasnya
  • Mengembangkan komunitas belajar melalui pelibatan Pengawas Sekolah

Artikel Lain